..........

RSS
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Parangtritis

Apa kabar sahabat? Adakah yang masih berlibur? Berlibur terkadang dibutuhkan ditengah padatnya rutinitas kerja. Ya, sekedar memberikan suasana baru agar pikiran menjadi lebih segar. Sahabat liburan kemana nich?

Saya punya cerita dari liburan keluarga kecil kami. Kebetulan pas pergantian tahun kami berada di Solo. Sengaja kami pilih hari pertama di tahun 2017 untuk melakukan perjalanan. Pertimbangannya, jalanan pasti akan sepi setelah orang-orang berpesta kembang api. Tujuan touring kami adalah pantai parangtritis di Jogjakarta. Pantai yang sering disebut paris ini masih memiliki daya tarik tinggi untuk dikunjungi.


Setelah melakukan perjalanan selama 3 jam menggunakan sepeda motor sampailah kami di parangtritis. Kami memutuskan untuk mencari penginapan terlebih dahulu. Dari puluhan penginapan yang berderet disepanjang daerah objek wisata ini, pilihan kami jatuh pada losmen widya. Dengan tarif Rp 100.000,- kami mendapat kamar standar dengan bed double, kipas, tv dan kamar mandi didalam. Lumayanlah untuk melepas lelah. Dan jarak ke pantaipun hanya 200 meter.

Setelah menaruh barang di kamar, kami langsung menuju pantai untuk bermain dan menikmati suasana matahari terbenam. Sayangnya sesampainya di pantai kami sedikit kecewa, banyak sampah di bibir pantai.

Ini menjadi PR bagi kita, pengunjung, pedagang dan pengelola agar pantai bisa kembali bersih. Dibutuhkan kesadaran dari kita untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tentunya perlu dukungan fasilitas tempat sampah dan papan-papan peringatan. Yukk... biasakan membuang sampah pada tempatnya atau menyimpannya dahulu hingga menemukan tempat sampah jika tidak kita menemukan disekitar kita berada.

Nah, itu cerita liburan kami. Gimana dengan cerita liburan kalian?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sehari tak cukup untuk menjelajah Dieng




Akhirnya bisa juga pergi ke Dieng. Sayangnya, saya hanya punya waktu satu hari. Itu tidak cukup untuk menjelajahinya. Hanya tiga tempat yang bisa saya kunjungi, diantaranya:

1. Candi Arjuna

Wow ... saya dibuat kagum dengan pemandangannya. Bukit yang hijau sungguh menyegarkan mata. Udara yang sejuk menentramkan jiwa. Di sini kita akan menemui empat candi yang beraliran Hindu. Bangunan candi tidak menjulang tinggi. Di dalamnya juga tidak ada arcanya.
Puas mengelilingi candi Arjuna, perjalanan dilanjut ke tujuan kedua yang tiketnya merupakan terusan dari  candi Arjuna seharga Rp. 10.000,-

2. Kawah Sikidang

Memasuki kawasan kawah, kita akan mencium bau belerang yang menyengat. Disarankan untuk memakai masker. Perbedaan kawah Sikidang dengan kawah-kawah lain di Indonesia, adalah terdapat kawah utama yang berpindah-pindah. Ada juga beberapa kawah kecil yang masih aktif. Menurut cerita, dulunya itu adalah kawah utama. Menurut legenda nama Sikidang diambil dari kata kidang. Kidang, hewan yang suka melompat-lompat alias berpindah-pindah sesuai dengan situasi kawah.
Hari mulai siang, mari kita lanjutkan perjalanan.

3. Telaga Warna

Cukup melelahkan mengelilingi telaga ini. Namun, hati tak akan kecewa. Kita akan disuguhi pemandangan yang memanjakan mata. Telaga warna yang memiliki permukaan air yang warnanya berubah-ubah ini dikelilingi hutan dan bukit yang masih asri. Kita juga akan menjumpai telaga lain yang letaknya bersebelahan dengan telaga warna, yakni Telaga Pengilon.


Semoga ada kesempatan lagi untuk mendaratkan kaki ini ke Dieng. Aamiin    









  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gunung Pancar



Gunung Pancar, terletak di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor dengan ketinggian 800 dpl dan memiliki kemiringan 15-40% ini cukup menantang bagiku yang baru pertama kali ikut pendakian. Jalan setapak yang terjal tak menyurutkan semangat untuk menyelesaikan pendakian. 

Baru satu jengkal, aroma hutan sudah mulai tercium. Tanah, pohon dan sejuknya udara penggunungan makin menambah semangat untuk segera sampai dipuncak. Pemandangan yang tak kalah indahpun menemani setiap jejak pendakian.

Gunung inipun memberi nasehat, ada beberapa makam yang bisa kita jumpai dalam pendakian, satu ditengah perjalanan dan satu lagi dipuncak gunung. Ya….kematian adalah nasehat yang paling bijak bagi kita yang masih hidup. Sentilan bagi kita khususnya bagiku, sudah seberapa bekal untuk menuju sana? Pasti, pastinya kita akan seperti itu. Membayangkannya membuat diri ini gemetar, mari terus berbenah diri agar neraca amalan kita terus bertambah.



Banyak pembelajaran yang aku dapat dari pendakian ini, sedikit akan aku jabarkan buat teman-teman
1.    Lebih utama pilih langkah kecil tapi istiqomah
Karena ini pengalaman yang pertama, pada awal-awal langkah karena begitu semangatnya, aku belum paham bahwa langkah yang lebar itu justru membuat kita terasa lelah dan menguras nafas.
Hal itu, aku samakan dengan ketika kita meraih mimpi, lebih bijak jika kita pilih langkah kecil tapi konsisten hingga mimpi itu terwujud. Memang sich, tidak menutup kemungkian langkah besarpun dapat membuat mimpi kita terwujud. Intinya, kenali setiap jengkal langkah kita dalam meraih mimpi. Karena setiap langkah yang kita tempuh, mampu mendekatkan atau bahkan menjauhkan kita dari tercapainya mimpi kita itu adalah ‘diri kita sendiri’. Seperti kata Henry David “pergilah dengan keyakinan menuju cita-citamu jalanilah hidup yang kau bayangkan”.


2.    Bahwa setiap perjalanan harus diselesaikan
Seindah apakah diatas, kita tak akan pernah tau jika kita masih dibawah atau justru menyerah ditengah jalan. Emmm….pemandangan dipuncak, subhanallah indah sekali kawan.




Em……..untuk sementara sampai disini dulu ya cerita pendakian ini. Lain waktu bisa ditambah ^_^
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Segarnya Air Terjun Grojogan Sewu

Tawangmau merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Banyak tempat wisata yang terdapat di kecamatan ini, salah satunya adalah Grojogan Sewu. Grojogan Sewu yang berarti “seribu air terjun” ini terletak di kawasan hutan lindung seluas 20ha. Area wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas flying fox, arung jeram kecil, duta playground dengan pemancingannya, dan arena outbond dengan taman lalu lintas dan kereta pohon. Kita juga bisa menjumpai ribuan kera di sini. Mereka berkeliaran dengan bebas tanpa rasa takut pada manusia. Meskipun nampak jinak, namun kita harus tetap waspada karena sewaktu-waktu mereka bisa tiba-tiba mengambil tas ataupun barang bawaan lainnya terlebih lagi jika bawaan kita adalah makanan.
Tawangmau merupakan daerah yang mudah dikunjungi, angkutan umum hampir setiap saat siap untuk mengantar wisatawan. Perjalanan darat dari terminal Solo ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam.
Pemandangan indah air terjun setinggi 81 meter dengan udara yang sejuk disekitarnya sangatlah manjur untuk menghilangkan penat dari kesibukan sehari-hari.

Harga Tiket
Pengunjung Domestik Rp. 6.000,00
Pengunjung Macanegara Rp. 10.000,00

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belum ke Jakarta kalau belum ke Monas

Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Monas merupakan icon kota Jakarta, wajar saja jika ada yang bilang “belum ke Jakarta kalau belum ke Monas”. Monas berada tepat di jatung ibukota Indonesia, menjulang tinggi mengalahkan kemegahan bangunan-bangunan di sekelilingnya.







Monas tidak hanya menyuguhkan wawasan sejarah Indonesia yang bisa kita lihat di Museum Perjuangan Nasional pada bagian bawah Monas tapi juga menampilkan keindahan kota Jakarta yang bisa kita nikmati di Pelataran Puncak Monas. Atau, kita juga bisa menghilangkan rasa jenuh dengan berada di Taman Monas. Taman Monas merupakan hutan kota yang dirancang cukup indah yang dilengkapi dengan beberapa lapangan futsal, lapangan basket, dan kolam air mancur menari (sangat menarik untuk dilihat pada malam hari).
Bagi kalian yang ingin berwisata ke Monas, untuk tiket masuknya relatif murah kok apalagi jika kalian menunjukan kartu mahasiswa/pelajar, makin murah dech!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Si Kota Ke Desa

Bagi sebagian orang, sawah merupakan tempat yang biasa saja. Tapi, tidak berlaku untuk saya dan beberapa saudara yang lahir dan besar di kota. Sawah menjadi tempat yang istimewa untuk dikunjungi. Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Kecamatan ini berada diujung barat daya wilayah Kabupaten Brebes. Dan untuk bisa sampai disana kita bagaikan Ninja Hatori,  mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke laut. Memang butuh perjuang, tapi ketika sampai, waw.... kami dibuat kaget dengan pemandangan disana, sangat indah.

Ternyata susah juga berjalan dipematang sawah apalagi ketika masih basah, alhasil kami justru merusaknya.Pengalaman yang superrr sekali....
Kami juga bermain air, layaknya orang yang belum pernah melihat air. Rasanya seperti bukan kami, mencoba mainan anak desa. Ternyata asyiknya melebihin arum jeram di dunia fantasi, mau lihat keasyikan! Ada videonya nich....enjoy it

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS