Hai kau yang beruang..
Tak berhak kau berteriak lantang
Atau bertitah dengan sombong
Pada Mereka yang tak beruang
Hai kau yang beruang..
Nilaimu sama dengan uang
Yang kau buang
Di depan mereka yang tak beruang
Hai kau yang beruang...
Tunggu saja hingga waktu itu datang
Tak ada pertolongan
Untuk buruknya perbuatan
-dian, jkt 290720-
Kau
Sajak Rindu Lagi
Sajak Rindu
Rindu itu menyiksa
Kadang datang dan pergi tanpa ku minta
Dan itu sering terjadi pada hatiku
Seperti malam ini, ia menyapa lewat mimpi
Hanya menambah sesak di hati
Untuk mereka yang jauh dari sini
Terselip doa, semoga penuh berkah dan ridho illahi
Maafkan aku...
Jika sering menyeret masa lalu
Namun ada harap yang ikut serta
Semoga tetap terjaga silahturahmi kita
Kala Aku Cemburu
Langit dan Bumi
Sahabatku….
Terbitkan Doa
Hidup
Nafas itu takdir
Yang harus dihirup penuh syukur
Hidup itu ibadah
Yang harus dijalani dengan tabah
Susah...
Sudah lumrah
Mudah...
Lebih lumrah
Mari kita titi langkah
Sudahkah sesuai arah?
Diam
Dalam diam, aku berfikir
Dalam diam, aku merangkai
Dalam diam, aku bersabar
Dalam diam, aku menanti
Diamku bukan emas
Diamku bukan tanpa usaha
Diamku hanya ingin bebas
Diamku hanya tak berkata.....
Goresan Sahabatku
Kutatap pintu lemariku yang terbuka, sambil tersenyum ku pandangi kertas hvs putih yang mulai kecoklatan karena dimakan usia begitu juga dengan goresan tinta hitamnya yang mulai memudar. Kucoba kembali ke masa dua tahun silam......
“ Menari
Disini aku menari
Diatas tanah ini
Tarianku ini sunyi
Tak ada yang mengiringi
Gerakku adalah ombak
Bergerak
Tapi apa yang kucari?
Cimi,020909”
Itulah goresan sahabatku dua tahun silam, dan kini dia bener-benar menarikan tarian mimpinya dengan segala gerakan untuk menggapainya. Terbanglah sahabatku dan sampai bertemu kembali dirumah kesuksesan kita.







