..........

RSS

Hidup Bukan Tentang Diri Sendiri



Hari ini mungkin aku telah merugi, tapi hari ini pula aku belajar. Aku merugi karena tidak bekerja secara profesional, aku sibuk dengan kegalauan yang bergelayut di hati. Dan aku belajar, kegalauan membuat aku terfokus pada diriku sendiri dan itu menjauhkan aku dari yang namanya kebahagian. Ternyata kebahagian itu datang ketika kita mau untuk berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan. 

Bicara tentang kehidupan, hidup bukan hanya tentang diri sendiri tapi juga tentang orang-orang di sekitar. Mencoba memahami perasaan orang lain, karena masalah bukan hanya menghampiri diri kita saja tapi juga setiap yang bernapas. Mengerti keperluaan orang lain akan membuat kita belajar untuk mengikis egois, karena setiap diri punya keperluaan yang berbeda.

Melalui tulisan ini juga, aku memohon maaf atas hati-hati yang terluka dan pekerjaan yang belum terselesaikan karena kegalauanku. Salam damai!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Doa


Sepanjang bulan pertama tahun 2014, Indonesiaku berduka atas musibah.


1.      Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara
Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung yang sudah berlangsung berbulan-bulan  terus bertambah. Per Selasa, 14 Januari 2014 jumlah pengungsi tercatat 26.088 orang dari 8.103 kepala keluarga.

2.      Banjir  Manado
Pemerintah Kota Manado juga mencatat ada 3.609 rumah yang rusak berat, 1.966 rumah yang rusak dengan skala sedang, serta 4.789 rumah rusak ringan. Bencana ini telah menewaskan sedikitnya 19 orang serta menimbulkan kerugian yang ditaksir sebesar Rp 1,8 triliun, per 15 Januari 2014.

3.      Banjir Jabodetabek
18 Januari 2014, sejak dini hari banjir menyapa  Jabodetabek. Aktifitas warga nyaris lumuh, pasokan listrikpun dipadamkan di titik-titik yang rawan. 30 cm hingga 1,5 meter ketinggian air memaksa beberapa warga mengungsi hingga hari ini.

4.      Gempa Kebumen
Kemarin, 25 Januari 2014 terjadi Gempa 6,5 SR, lokasi 104Km Barat Daya Kebumen. Getarannya dirasa hampir seluruh wilayah Jawa. 

Rentetan musibah ini memaksa kita khususnya aku untuk sejenak merenung. Ada apakah ini? Apa maksud Tuhan memberikan cobaan yang bertubi-tubi untuk kita. Ini seperti teguran untuk kita. Mungkin, bagiNya kita terlalu sombong, merasa mampu hingga lalai untuk berdoa. Mentadaburi kitabNya, Allah berfirman “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina” (QS Al Mu’min[40]:60). Enggan berdoa sama dengan sombong. 

“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong” (QS Al Mu’min[40]:76).

Yukk...berdoa, untuk diri kita, keluarga, dan seluruh umat manusia, berjamaah dari mana saja.
Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina adza bannar  - “Wahai Tuhan kami! Anugrahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari api neraka.” (QS. Al-Baqarah[2]: 201)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terbitkan Doa



Pagi pagi yang pucat
Matahari belum terlihat
Namun, rinduku telah mengikat
Pada dia belahan jiwa yang tepat

Siang siang yang terik
Matahari sudah melirik
Namun, rinduku tetap berderik
Pada dia yang punya senyum menarik

Sore sore yang cerah
Matahari mulai meneduh
Namun, rinduku tetap mengaduh
Pada dia yang bagaikan galuh

Malam malam yang terang
Matahari telah menghilang
Namun, rinduku secerah lintang
Yang terbirkan doa bagai genderang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS