..........

RSS

Yang Terlewatkan disuatu Moment

Nonton film adalah salah satu hobi aku, bahkan ketika aku lagi ingin nonton aku bisa seharian berada di bioskop. Keluar studio satu, masuk studio dua kemudian bisa lanjut masuk ke studio tiga. Dan kali ini, aku mendapat kesempatan nonton gratis Negeri 5 Menara dari Kompas TV. Punya kesempatan bergaya jadi orang kaya sebentarlah meski gak punya duit, hahaha....Kenapa begitu? Karena nonton gratisnya di daerah senayan, sering sich lewat daerah situ namun belum punya kesempatan keluar masuk gedung-gedung tinggi di sekitaran komplek senayan. Dan hari ini aku punya kesempatan masuk ke PlazaFx dan naik ke lantai 7.
Awalnya, aku gak begitu berharap mendapatkan hadiah ini. Karena sebelumnya aku pernah ikut quis nulis essai di salah satu tabloid, dan berharap sekali mendapatkan hadiah itu namun ternyata harapan itu pupus, aku tidak mendapatkannya. Maka ketika aku mendapat konfirmasi dari Kompas TV, tak bisa terlukiskan kebahagiannya. Apalagi ketika paket voucher itu sampai di kontrakan, senyum lebar terus menghiasi hari dimana aku menerima paket itu.

Tiba di hari pemutaran film, minggu 4 Maret 2012. Hemmmm....gedung ini gak terlalu memukauku. Malahan kurasa masih lebih besar Citraland di Jakarta Barat. Tapi aku gak akan membahas tentang gedung ini disini!
Sebelumnya aku memang sudah menyelesaikan membaca dua dari trilogi buku karangan A.Fuadi ini. Dan memang buku ini benar-benar memberikan spirit yang luar biasa, apalagi terhadap usaha dalam meraih mimpi. Salut sama pengarangnya dech! Dan ternyata filmnya gak kalah seruuu dengan bukunya, karena dari pengalaman beberapa kali nonton film dari sebuah buku, filmnya terlalu melenceng dari isi buku, jadinya hanya menghancurkan imajinasi kita yang telah terbangun ketika membaca buku itu.
Sebuah kejutan yang lebih membahagiakan lagi, ternyata bang Fuadi dan beberapa pemain Negeri 5 Menara hadir pada hari ini. (tau gitu aku ambil tempat duduk di barisan agak bawah....biar bisa yang pertama dekat dengan mereka). Asyiknya lagi, kita para pemenang tiket nonton itu diberi kesempatan untuk berfoto bersama dengan para pemainnya. Namun ketika keluar dari studio, yang pertama kulakukan adalah mencari bang Fuadi untuk minta ttd-nya. Namun teramat sayang, setelah muter-muter di bioskop tapi gak menemukan bang Fuadinya. Ya...sudahlah, mungkin bang Fuadinya dah pergi. Passs buka tas, ternyata buku yang ku bawa yang niatnya ingin ku mintai ttd-nya bang Fuadi adalah buku ke duanya, yaitu Ranah 3 Warna. Kalau tadi bener-bener jadi minta ttd apa kata bang Fuadi ya??? *sambil tepok jidat* Lebih parahnya, kamera digitalku ketinggalan! *sambil tepok jidat kedua kalinya* Aku bakalan melewatkan moment bahagia ini untuk diabadikan, karena kamera C-pinkyku kurang begitu bagus didalam ruangan yang pencahayaannya kurang. Namun apa boleh buat, meski buram tetap harus diabadikan sebagai bukti otentik *sudah kayak sejarah ajjj*
Ini foto yang buram itu... dari kanan adalah pemeran Atang, Alif Fikri, aku, dan yang paling ujung adalah Randai.
Namun demikian terima kasih Kompas TV untuk hadiahnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

A Simple View Of The Family

Sudah hampir 7 tahun saya merantau, hidup jauh dari keluarga. Pada awal merantau, rutinitas harian saya tidak jauh dari pekerjaan dan rumah kontrakan. Namun seiring waktu, kehidupan sosial saya meluas dari hanya berteman dengan orang-orang satu kampung kini saya mulai berteman dengan orang-orang dari berbagai daerah yang juga sama-sama merantau. Mungkin bener kata Iman Syafi’i “...merantaulah,kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan...”, tentu saja dengan tidak melupakan kerabat dan kawan kita dimasa yang lalu. Tidak beda dengan saya, sahabat yang begitu banyak saya dapatkan di tanah rantau ini. Bukan lagi sekedar sahabat, mereka adalah keluarga baru saya. Dari merekalah saya mendapatkan segala ilmu yang tidak kita dapatkan di bangku sekolah, ilmu tentang kehidupan.
Satu hal yang tidak bisa saya jelaskan dengan logika, sebuah cinta dan sayang yang lahir dari keluarga yang tidak punya hubungan darah dengan kita mengalir dengan tulusnya.
Salah satunya, anak perempuan berusia 4 tahun bernama “Indana Halwa Ignani”.

Setiap bertemu, peluk dan cium darinya yang tulus selalu meluluhkan hati saya. Peluknya selalu menenangkan keresahan saya dan ciumnya sebagai tanda penghargaan untuk saya. Akan selalu tercipta keceriaan ketika bermain bersamanya, gadis kecil yang selalu punya batre penuh dalam menjalini hari-harinya. Dari dia saya belajar tentang ketulusan, ketulusan memberi dan menerima cinta dan kasih sayang. Dan dari dia juga saya belajar tentang kejujuran, kejujuran dari anak kecil, sesederhana ketika mereka berkata. Semoga ALLAH selalu memberikan berkah dan rahmatNya untukmu gadis kecilku.

*keluarga bukan hanya terbatas dalam hubungan darah, tapi ketika kau sayang mereka dan mereka sayang padamu itupun adalah keluarga.*



Postingan ini saya dedikasikan untuk keluarga Bapak Feri Safari dan keluargaku di MHF.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Putri Noong

Meski sekarang kue-kue modern makin banyak tapi itu tidak menyingkirkan kue tradisional Indonesia dari lidah saya. Weekend kali ini, saya punya kesempatan untuk bikin kue “putri noong” bersama teman serumah. Dan ternyata bikinnya begitu mudah, kalian juga dapat membuatnya. Berikut saya share resepnya.

Bahan:
1. 1kg singkong parut
2. 200 gram gula
3. Pewarna makanan
4. 5 buah pisang nangka
5. 1 butir kelapa parut
6. Garam secukupnya
7. Daun pisang secukupnya

Cara membuat:
1. Kukus kelapa parut dan sedikit garam terlebih dahulu selama 20 menit, kemudian sisikan. (*kelapa parut untuk taburan)
2. Campur singkong parut dan gula sampai rata, kemudian tambahkan pewarna makanan. (*saya menggunakan pewarna merah dan hijau)
3. Ambil selembar daun pisang (*saran saya sebelum digunakan daun pisang di jemur terlebih dahulu), beri adonan singkong, pipihan. Kemudian letakan pisang nangka utuh dan tambahan adonan singkong lagi diatasnya. Bungkus dengan rapi.
4. Kukus selama 30 menit, tiriskan dan potong-potong.
5. Kue putri noong siap disajikan dengan taburan kepala parut.

Selamat mencoba!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS