..........

RSS

Pahlawan Pribadiku

Selamat Hari Pahlawan untuk pahlawan-pahlawan negeri ini! Terima kasih untuk semua pengorbanan, semangat dan teladan kalian semua. Layaknya negeri ini yang punya pahlawan, aku sendiri juga punya pahlawan pribadi nich,
1. Orang Tua
Mereka adalah pahlawan terhebatku. Setiap tetesan keringat yang mereka keluarkan untuk membesarkanku adalah harta yang tak mampu aku tebus, pun dengan setiap ulasan senyum mereka yang selalu mampu menegakkan kakiku dalam melangkah. Terima kasih bapak dan ibu untuk semua hal yang kalian berikan untukku, tak akan terputus cintaku untuk kalian meski kita saling jauh. Yakinlah cintaku pada kalian lebih dari yang mampu aku katakan.


2. Buku
Lihat tumpukan buku-buku ini! Inilah pahlawan ilmuku. Semua buku-buku ini membuka mataku terhadap dunia. Terima kasih untuk penulis dan penerbit buku, yang berkerja keras mencipta buku hingga memberi segala ilmu yang ada untukku.

3. Sahabat
Sahabat-sahabatkupun adalah pahlawanku. Mereka menegakkan sendi-sendi rumah mimpiku, supporter dalam pertandingan mimpi-mimpiku, penikmat segala tarian mimpiku. Terima kasih
4. Westlife
Merekalah pahlawan dalam musikku, yang memberi mimpi untukku mengelilingi dunia ini. Membuatku menyanyikan segala mimpiku menuju note tertinggi dalam syair kesuksesan. Merekalah teman bersenadungku sejak remaja.
Itulah empat pahlawan pribadiku. Punyakah kalian pahlawan pribadi seperti diriku? Kalau punya tetap jaga semangat pahlawan kita dan lanjutkan semangat mereka agar kita menjadi pahlawan untuk generasi mendatang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Snowman

Kurentangkan tanganku selebar-lebarnya dan ku hadapkan wajahku kelangit untuk kurasakan dinginnya butiran putih yang turun dari langit pagi ini. Kurasakan lelehan dinginnya ketika kucoba untuk menggenggamnya, hingga bibirku memberikan senyum simpulnya dan hatiku meneriakan “salju”.
Sambil ku tinggikan resleting jaket musim dinginku, aku berteriak pada diriku sendiri “time to make a snowman”
Dari ujung ke ujung aku berlari kecil untuk membuat bulatan besar yang nantinya akan kusebut badan boneka. Ku ulangi berlari kecil lagi untuk membuat bulatan namun kali ini lebih kecil dari yang tadi. Ku tumpukan bulatan yang kecil ke atas bulatan yang besar. Ku ambil dua uang logam dari dalam saku jaketku dan kutaruh berjejer di tengah bulatan kecil sambil berguman “sippp...pas dech”. Ku masukan kembali tangan kiriku ke kantong jaketku yang satu lagi untuk mencari-cari kerucut kecil yang ku buat dari kertas karton warna merah semalam, “ketemu..” seruku setelah menemukannya terselip di ujung bawah sakuku. Kuletakan kerucut itu tepat dibawah antara dua uang logam tadi. Kudapatkan pita hitam di syal yang melilit dileherku, dengan sedikit memaksanya kucoba lepaskan jahitannya dari syal, “huh... susah ya”. Berulang-ulang kucoba memaksanya dan alhasil “berhasil...” teriakku sambil meletakan pita tersebut dibawah kerucut merah dan ku taruh jarum kecil di ke dua ujung pita agar bisa menyatu dengan bulatan kecil.
“emmm... kurang apa ya” pikirku dengan jari telunjuk bergerak-gerak di atas pelipis kiriku.
“yap!” gumanku sambil meletakan topi hangatku di atas bulatan kecil dan melepaskan syalku kemudian melilitkannya diantara bulatan besar dan bulatan kecil.
“sempurna...”seruku

Tapi tiba-tiba disebuah kesunyian pagi yang dingin, ku dengar suara nyanyian yang sangat ku hafal lagunya. Hpku berdering menyuarakan lagu Melly Goeslaw bertitle Bagaikan Langit yang sudah tiga tahun ini menjadi nada alarmku. Pukul 05.00 WIB waktunya aku bangun dari segala mimipi indahku dan mencoba berjalan untuk menggapai semua mimpi indah itu. “yahh...cuma mimpi” gumanku sambil memencet tombol stop untuk menghentikan alarm pagi ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Goresan Sahabatku

Kutatap pintu lemariku yang terbuka, sambil tersenyum ku pandangi kertas hvs putih yang mulai kecoklatan karena dimakan usia begitu juga dengan goresan tinta hitamnya yang mulai memudar. Kucoba kembali ke masa dua tahun silam......
“ Menari
Disini aku menari
Diatas tanah ini
Tarianku ini sunyi
Tak ada yang mengiringi
Gerakku adalah ombak
Bergerak
Tapi apa yang kucari?
Cimi,020909”
Itulah goresan sahabatku dua tahun silam, dan kini dia bener-benar menarikan tarian mimpinya dengan segala gerakan untuk menggapainya. Terbanglah sahabatku dan sampai bertemu kembali dirumah kesuksesan kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS