..........

RSS

Langit dan Bumi


Sahabatku.

Taukah kau, aku sedang belajar
Belajar dari langit dan bumi

Sahabatku
Lihatlah langit saat ini
Dia murka
Dia kecewa
Dia terluka
Hingga tumbahkan air matanya

Sahabatku
Lihatlah bumi yang kita pijak ini
Dia tetap tenang
Dia tetap lapang
Sekalipun langit begitu garang

Sahabatku
Maafkanlah aku
Aku, yang hari ini bagai langit berlapis mendung
Sahabatku
Bisakah kau jadi si bumi?
Yang tak bergeming kala aku mengeluarkan butiran bening
Aku butuh hatimu yang seluas bumi
Yang mampu tampung seluruh yang meluncur dari diri ini



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sahabat Sejati



Kemarin aku melihat dua sahabat bertengkar karena yang satu merasa teracuhkan hingga terluncur kalimat, kamu bukan sahabat sejatiku. Kalimat itu justru menamparku, apakah aku sudah jadi sahabat sejati untuk sahabat-sahabatku? Semoga sudah yahehehe
Sahabat sejati itu yang bagaimana sich? Mari kita mencontoh dari kisah Abu Bakar dan Rasulullah ketika bersembunyi di gua Tsur dari kejaran kaum Quraisy. Kala itu, Abu Bakar dan Rasulullah sepakat untuk bergantian berjaga. Tiba-tiba, seekor ular mendesis perlahan mendatangi kaki Abu Bakar, karena takut membangunkan Rasul yang sedang tidur di pangkuannya, Abu Bakar tak bergerak dan membiarkan ular itu menggigit kakinya. Bisa ular menjalar begitu cepat, sekujur tubuhnya terasa panas. Karena menahan sakit, tak sengaja air matanya terjatuh dan mengenai Rasul. Rasulpun terbangun, wahai hamba Allah, apakah kau menangis karena menyesal telah ikut dalam perjalanan ini?
Tentu saja tidak, aku ridho dan ikhlas mengikuti kemanapun kau pergi ya Rasulullah potong Abu Bakar.
Lalu, kenapa kau menangis? selidik Rasul ingin tahu.
Seekor ular baru saja menggigit kakiku, dan bisanya menjalar begitu cepat
Kenapa kau tak menghindar?
Aku kwatir akan membangunkanmu dari tidur yang lelap jawab Abu Bakar sendu yang menyesal karena airmatanya membuat Rasul terbangun.
Saat itu, air mata tak hanya tumpah di wajah Abu Bakar, putra Abdullahpun menangis. Begitu indahnya ukhuwah mereka.
Sungguh bahagia aku memiliki seorang sahabat sepertimu. Sesungguhnya Allah sebaik-baiknya pemberi balasan. Tanpa menunggu waktu, dengan penuh kasih sayang, ditariknya kaki Abu Bakar. Dengan mengagungkan nama Allah pencipta semesta, Rasul mengusap bekas gigitan ular itu dengan ludahnya. Maha suci Allah, seketika rasa sakit itu tak lagi ada. 
Indahnya persahabatan Rasul dan Abu Bakar. Terima kasih Abu Bakar, sudah mencontohkan bagaimana menjadi sahabat sejati untuk kita. Terus belajar, menjalin silahturahmi dan mencintai sahabat kita karena Allah ya guys. Pakai rumus to give bukan to get. Tuntut diri kita, bukan menuntut apa yang sudah sahabat kita lakukan untuk kita? Tapi, apa yang sudah kita lakukan untuk sahabat kita? Salam Persahabatan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hidup Bukan Tentang Diri Sendiri



Hari ini mungkin aku telah merugi, tapi hari ini pula aku belajar. Aku merugi karena tidak bekerja secara profesional, aku sibuk dengan kegalauan yang bergelayut di hati. Dan aku belajar, kegalauan membuat aku terfokus pada diriku sendiri dan itu menjauhkan aku dari yang namanya kebahagian. Ternyata kebahagian itu datang ketika kita mau untuk berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan. 

Bicara tentang kehidupan, hidup bukan hanya tentang diri sendiri tapi juga tentang orang-orang di sekitar. Mencoba memahami perasaan orang lain, karena masalah bukan hanya menghampiri diri kita saja tapi juga setiap yang bernapas. Mengerti keperluaan orang lain akan membuat kita belajar untuk mengikis egois, karena setiap diri punya keperluaan yang berbeda.

Melalui tulisan ini juga, aku memohon maaf atas hati-hati yang terluka dan pekerjaan yang belum terselesaikan karena kegalauanku. Salam damai!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS