..........

RSS

Mie Telur Saus Tomat

Makanan berbahan dasar mie memang banyak sekali jenisnya, dari yang super pedas sampai yang gurih kriuk-kriuk semuanya ada. Hari ini karena terlalu sibuknya, dirumah tidak ada makanan. Melihat didapur ada sedikit bahan untuk dimasak, maka aku coba-coba memasak untuk mengisi perutku yang lapar ini. Aku mencoba membuat “mie telur saus tomat”(terpaksa, karena hanya ada mie dirumah.hehehe). Nich aku berbagi resep membuatnya!!!

Bahan:
  • 1 bungkus mie telur
  • Sosis ayam/sapi
(soalnya hanya ada 2 bahan ini dirumah tapi kalian bisa menambahkan daging ayam atau sesuai selera kalian)

Bumbu:
  • 4 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 cabe merah (sesuai selera, jika tidak suka pedas bisa dikurangi)
  • 1 buah tomat
  • 2-3 sdm minyak goreng
  • Gula dan garam secukupnya

Cara membuat:
1. Masak mie telur sekitar 3 menit, kemudian tiriskan mie.
2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe, dan tomat dengan sedikit air.
3. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan sekitar 5 menit atau sampai bumbu tercium harum.
4. Masukan sosis dan mie telur, aduk rata dan tunggu 2 menit supaya bumbu meresap dalam mie.
5. Mie telur saus tomat siap di santappp.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerita dari Angkutan Umum

Suatu hari saya harus datang ke Mal A karena ada janji dengan seorang sahabat, jujur saya memang jarang datang ke Mal ini. Dan kali ini saya berencana untuk naik angkutan umun, seorang teman memberi tahu pada saya untuk naik angkot B dengan biaya Rp. 3000 dan turun disamping Mal tersebut. Karena masih merasa ragu, sebelum naik angkot saya bertanya pada sopirnya “apakah lewat Mal A pak?”, “iya neng!” jawaban dari sopir angkot itu. Sekilas sopir angkot terlihat baik untuk saya, karena ketika sampai di mal tujuan dia memberi tahu saya (meskipun saya sudah tahu letak mal itu). Sebelumnya saya punya pengalaman tidak mengenakan berkaitan dengan ongkos yang kurang ketika naik angkot. Pernah ketika saya sudah turun dari angkot, sopir angkot memanggil-manggil saya karena katanya ongkosnya kurang. Kalau dia berkata dengan baik mungkin saya tidak akan menggerutu, tapi kenyataanya dia mengomel-omel dengan menyebut para penghuni kebun binatang. Karena tidak ingin hal tersebut terulang lagi, maka ketika turun saya memberikan uang 5ribuan. Dan saya mendapatkan kembalian Rp. 1000,00 (sempat terpikir oleh saya, wah teman...bohong nich! Untung g kasih pas).
Setelah urusan selesai, saya memutuskan untuk pulang naik angkot lagi. Namun kali ini ketika saya turun saya mendapatkan kembalian Rp. 2000,00 dari uang 5ribuan yang saya kasih (yang benar ongkosnya berapa nich?). Setelah beberapa kali naik angkot ke Mal tersebut, saya mendapatkan ongkosnya memang Rp. 3000,00 dari tempat saya.
Disini, saya bukan mempermasalahkan soal uang yang besarnya cuma Rp. 1000,00. Namun sebuah kejujuran yang makin mulai luntur di negeri ini, bahkan untuk hal-hal kecil seperti ini.
Sebuah pengalaman lain, ada seorang perempuan separuh baya yang sudah berada didalam angkot yang akan saya naiki. Kemudian ditengah perjalanan sang sopir berkata pada perempuan itu, “bu turun disini lalu naik angkot yang warna biru itu nanti sampai ke A”. Dan perempuan itu menurut untuk turun. Dalam hati, kok sopirnya jahat sich. Ibu itu pasti g tahu, kalau dari tempatnya naik ada angkot yang lansung bisa sampai ketempat tujuan tanpa harus naik dua kali seperti ini yang rutenya perjalanannya jadi jauh (saya tahu dari mana ibu itu naik, ketika dia turun dan menyebutkan waktu membayar ongkos).
Mungkin memang iya bahwa sopir angkot mengejar setoran, tapi apa iya harus membohongi orang seperti itu. Nahh saran saya, jika ada dari sahabat yang tersesat didaerah yang baru pertama dikunjungi atau tidak tahu bagaimana untuk sampai ketempat tujuan, saya sarankan untuk tidak bertanya pada sopir angkot atau tukang ojek. Lebih baik bertanya pada pedagang atau petugas keamanan.

NB: tulisan ini bukan berniat untuk menghakimi sopir angkot ataupun tukang ojek, ini saya tulis secara jujur tentang pengalaman saya yang suka jalan-jalan naik angkot.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kuliner Solo

Ada yang sedang berada di kota solo atau sedang melintasi kota solo? Solo memiliki banyak makanan kuliner yang enak lohhh! Mungkin aku bisa membantu memberi sedikit referensi kuliner dari solo, kota kelahiran yang selalu aku rindukan.

1. Nasi Liwet.

Nasi Liwet sama dengan nasi putih biasa akan tetapi rasanya gurih karena menggunakan santan dalam memasak. Pelengkap nasi liwet adalah dengan sayuran Jipang, daging ayam, telur, santan kental (kumut), opor, dan berbagai bahan lainnya yang disajikan dengan alas daun pisang dengan sedikit ditekuk dan disematkan lidi supaya berbentuk kerucut(istilahnya disebut pincuk).




2. Wedang Ronde
Wedang ronde hampir sama dech dengan wedang jahe, tapi yang membedakannya ada taburan kacang tanah yang di sangrai, irisan kolang kaling dan sejenis klepon tanpa kelapa parut.







3. Timlo
Timlo berisi potongan-potongan daging ayam, jerohan ayam seperti ati ampela, potongan-potongan sosis solo, telur ayam pindang, dengan kuah mirip dengan sop dan di atasnya ditaburi bawang goreng.







4. Tahu Kupat
Tahu Kupat merupakan makanan yang terdiri dari ketupat, toge/kecambah, tahu goreng, bakwan goreng yang dipotong-potong, mie kuning dan taburan kacang goreng. Semua bahan tersebut disajikan dengan bumbu kecap manis encer dengan rasa bawang yang pas.





5. Intip
Intip adalah makanan yang terbuat dari nasi putih yang dikeringkan kemudian digoreng, atau biasanya orang menyebutnya Kerak Nasi. Iintip goreng biasanya dilumuri dengan garam atau gula jawa dibagian atasnya.

6. Serabi
Kue dari santan ini banyak ditemui diseluruh penjuru kota solo, namun satu tempat yang aku paling suka adalah serabi Notosuman. Mungkin cukup itu referensi dari aku, tapi kuliner solo masih banyak lohh. Seperti Tengkleng, Gudeg Ceker, Salad Solo dan masih banyak lain yang perlu temen-temen cicipi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Last Day With mr.awe

060112 adalah hari terakhir bersama mr.awe. Dia benar-benar membuat aku harus mengexplore apa yang telah aku pahami. Ingin sekali rasanya memberikan yang terbaik, tapi memang terlalu sulit bagi diriku untuk mengimbanginya. Butuh waktu lama untukku sekedar memberi sebuah coretan kata diatas kertas putih ini, yang akan membuatnya terkagum atau tersenyum yakin atas sebuah hasil dari usahanya membuatku paham. Namun apa daya, hanya sejauh ini aku bisa menuangkan segala isi otakku untuk dirinya. Dan aku yakin tidak akan membuatnya terkagum sama sekali, 
Masih teringat jelas hari dinama dia membuat hatiku terjangkit yang namanya sindrome awe. Tutur katanya yang mencerminkan kecerdasannya, gelak lakunya yang melukiskan karismatiknya, pandangannya yang menghujam detak jantungku. Dan bukan fisik kinclongnya yang membuat aku tak berkedip memandangnya karena memang dia masuk dalam katagori manusia yang pas, pas untuk ukuran tubuhnya, pas untuk paras putihnya. Satu yang mengusik hati, ketika dia membelokkan obrolan ke topik nglantur meskipun berniat sekedar untuk candaan tapi itu justru menjatuhkan karisma dia dimata orang lain.
Mimpi yang lebih emang terkadang datang padaku, namun secepat kilat aku menghapusnya karena aku sadari akan berujung tidak baik untuk hatiku yang kata orang banyak mengalami kerapuhan untuk masalah yang satu ini. Dia memang manusia yang berada diatas rata-rata manusia lain, dan diriku hanya penonton yang ada dibawah rata-rata itu. Sesungguhnya itu memang bukan masalah utamanya.
Namun terima kasih telah menjadi dari deretan pencetus mimpiku, sadar atau tidak sindrome yang menjangkitku memberikan energi positif untukku terus mengejar mimpi hingga bisa ku gapai mimpi itu dengan kedua tanganku.
Semoga sebuah langkah akan mempertemukan kita kembali!!!Amin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS